mata kuliah astrodinamika

Eva Novitalia 13612013 Raras Ayusyalita 13612027 Febrina Putri Situmorang 13612035

Selasa, 11 Februari 2014

kumpulan video tentang messenger

rahasia planet merkurius
http://www.youtube.com/watch?v=UVVerBya6l4
orbit messenger
http://www.youtube.com/watch?v=otF2FjpCyZk
buletin messenger
http://www.youtube.com/watch?v=dU31EfUOJ10

Sumber mengenai Messenger

Tulisan mengenai Messenger aircraft di blog  ini bersumber
http://messenger.jhuapl.edu/
http://en.wikipedia.org/wiki/MESSENGER

nah bagi yang mau tau lebih lanjut, silahkan klik link dibawah ini
http://messenger.jhuapl.edu/the_mission/movies/MESSENGER_observes_Encke_and_ISON.mov
http://www.messenger-education.org/Interactives/ANIMATIONS/kiosk/index.php?ref=&pageType=off

Mozaik dari Messenger

tata surya dari rekaman Messenger 

gambar bumi saat Messenger melakukan flt by

manuver


time line Messenger

foto yang berhasil dibawa Messenger

part dari messenger





Data MESSENGER

FLY BY



fly by yang dilakukan MESSENGER

INTERSTELLAR MISSION


Jika massa spacecraft diubah menjadi 1,5 kali massa yang direncanakan.
Jika massa spacecraft ditambah 1,5, maka dibutuhkan propulsi yang lebih besar dari rencana sebelumnya. Mungkin lebih besar dari 1,5 kalinya ( karena untuk climb diperlukan thrust yang lebih besar). Propulsi tambahan tersebut didapatkan dari tambahan massa propellan.
Jika peluncuran spacecraft ditunda 1 bulan
Jika peluncuran suatu spacecraft ditunda selama sebulan, tidak apa-apa. Tetapi harus selalu dicek apakah bagian-bagian spacecraft masih fungsional. Jangan sampai ketika akan diluncurkan, tiba-tiba ada bagian yang mengalami malfungsi. Jadi, pengawasan terhadap fungsinya harus selalu dilakukan. Selain itu, ada lagi yang harus diperhatikan, yaitu posisi benda-benda langit selalu berubah. Maka misi bisa terganggu. Bisa saja spacecraft yang kita inginkan untuk sampai di mars tiba-tiba jadi mengorbit planet lain. Maka, perhitungan ulang harus dilakukan supaya segalanya akurat.
Jika tempat peluncuran yang digunakan diubah
Tempat peluncuran yang digunakan sangat berdampak pada arah dan jalur trajektori. Fator-faktor yang mempengaruhi antara lain arah angina, kecepatan angina, kemiringan tempat, letak terhadap ekuator ( efek gravitasi ), dan kemiringan bumi pada tempat peluncuran baru tersebut. Tentunya, diharapkan spesifikasi tempat peluncuran tersebut haruslah sama dengan yang sebelumnya. Namun, apabila tidak sama, perlu dilakukan kalkulasi kembali, terutama kalkulasi untuk jalur trajektori.
Jika roket peluncur berbeda dengan roket peluncur sebelumnya
Jika roket peluncur diganti, maka dibutuhkan roket peluncur dengan spesifikasi yang sama atau lebih baik. Terutama specific thrust ( untuk mencapai orbit ) dan efisiensi bahan bakar ( yang menentukan massa propellan yang dibutuhkan ). Penggantian roket peluncur juga akan membutuhkan kalkulasi yang sangat banyak, mulai dari aspek dinamika terbang, ketahanan struktur, dan aerodinamika sehingga menyebabkan misi mungkin akan tertunda.



Peluncuran dan lintasan Messenger


               MESSENGER probe diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2004 pukul 06:15:56 UTC oleh NASA dari Space Launch Complex 17B di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida , dengan menaiki sebuah kendaraan peluncuran Delta II 7925 . Urutan pembakaran secara lengkap berlangsung selama 57 menit untuk membawa pesawat ruang angkasa ke orbit heliosentris , dengan kecepatan akhir  10,68 km / s ( 6,64 km / s ) serta untuk mengirimkan probe ke dalam lintasan 7,9 miliar kilometer yang berlangsung selama 6 tahun , 7 bulan dan 16 hari sebelum akhirnya menyisip  orbitnya pada tanggal 18 Maret 2011.
           Perjalanan ke Merkurius membutuhkan perubahan kecepatan yang sangat besar karena orbit Merkurius memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat terhadap matahari . Pada perjalanan dari bumi ke merkurius, percepatan akan meningkat secara konstan. Messenger akan tiba di Merkurius dengan kecepatan sangat tinggi untuk mencapai orbit tanpa penggunaan bahan bakar yang berlebih. Untuk planet dengan atmosfer seperti yang dimiliki Venus dan Mars , pesawat ruang angkasa dapat meminimalkan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan gesekan dengan atmosfer untuk memasuki orbit ( aerocapture ) atau membakar secara cepat  mesin roket untuk masuk ke dalam orbit diikuti dengan pengurangan mengorbit dengan aerobraking . Namun, atmosfer Merkurius sangat tipis untuk manuver ini . Sebaliknya , MESSENGER  menggunakan gravitasi di Bumi , Venus , dan Merkurius untuk mengurangi kecepatan relatif terhadap Merkurius , kemudian menggunakan mesin roket yang besar untuk masuk ke dalam orbit elips di planet ini . Proses multi- flyby akan mengurangi jumlah propelan yang diperlukan untuk memperlambat pesawat ruang angkasa , tapi memperpanjang perjalanan dengan bertahun-tahun dan total jarak 4,9 miliar mil.

Peluncuran MESSENGER
     

MESSENGER


messenger mission             
Messenger adalah wahana antariksa robotic tak berawak milik NASA yang memiliki misi mengorbit Planet Merkurius, dan merupakan wahana antariksa pertama yang memiliki misi tersebut. Nama Messenger merupakan akronim dari  MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging. Peluncuran pertama Messenger dilakukan dengan menggunakan Roket Delta II pada 3 Agustus 2004 dengan misi meneliti komposisi kimia, geologi, dan medan magnet Planet Merkurius.
Awalnya, pada 1973 telah diluncurkan sebuah wahana antariksa untuk melakukan flyby ke Planet Merkurius dan Venus. Misi tersebut dilakukan oleh Mariner 10, yang berhasil memetakan 40-45% permukaan Planet Merkurius. Pada tahun 1998, penelitian lebih lanjut mengininkan untuk mengirim kembali sebuah wahana antariksa ke Planet Merkurius, karena pada saat itu Plnet Merkurius adalah planet dalam yang paling minim dieksplorasi.  Terlebih, memasukkan wahana ke orbit Merkurius sangatlah sulit, sehingga menjadi tantangan tersendiri di masa itu.
Messenger memiliki massa 485kg (1069lb) pada saat peluncuran. Wahana ini didesain dan dibuat di Laboratorium Johns Hopkins University Alpplied Physics. Messenger memiliki dimensi tinggi 1.85 m (73 in) , lebar 1.42 m (56 in), dan tebal 1.27 m (50 in), dan memiliki perkiraan total biaya misi termsuk biaya konstruksi wahana sebesar US$450 million. Messenger memiliki beberapa misi, yaitu :
1.       Meneliti komposisi kimia pada permukaan Merkurius
2.       Meneliti sejarah geologis Merkurius
3.       Menguraikan medan magnet
4.       Menentukan ukuran kulit dan inti Merkurius
5.       Menentukan inventori yang berubah-ubah pada kutub-kutub Merkurius
6.       Mempelajari Exosfer dari Merkurius

Messenger memiliki propulsi utama sebesar 645N, 317sec.Isp bipropellant (hydrazine dan nitrogen tetroxide) large velocity assist (LVA) thruster. Model yang digunakan adalah LEROS 1, dibuat dan dikembangkan di fasilitas Wescott AMPAC‐ISP, United Kingdom. Wahana didesain untuk membawa beban sebesar 607.8 kilogram(1,340 lb) propellant and pressurizer (helium). Empat 22 N (4.9 lbf) monopropellant thrusters digunakan untuk thruster wahana selama thruster burns, dan sepuluh 4 N (0.9 lbf) monopropellant thrusters digunakan untuk attitude control.
Messenger memiliki tenaga yg disuplai oleh two-panel,  gallium arsenide/germanium (GaAs/Ge) solar array yang menyediakan 450 watts pada Mercury. Setiap panel dapat berotasi dan juga memiliki optical solar reflectors untuk menyeimbangkan temperature array. Power disimpan di dalam pressure-vessel, 23-amper-jam baterai nickel hydrogen, dengan 11 vessels dan dua sel pada tiap vessel.
trajectory messenger

Senin, 10 Februari 2014

Selamat datang di blog yang mengupas tentang astrodinamika
di tulis oleh mahasiswa aeronotika dan astronotika ITB 2012 ( Falcon 12 )

Eva Novitalia 13612013
Raras Ayusyalita 13612027
Febrina Putri Situmorang 13612035