Jika massa
spacecraft diubah menjadi 1,5 kali massa yang direncanakan.
Jika massa spacecraft
ditambah 1,5, maka dibutuhkan propulsi yang lebih besar dari rencana
sebelumnya. Mungkin lebih besar dari 1,5 kalinya ( karena untuk climb
diperlukan thrust yang lebih besar). Propulsi tambahan tersebut didapatkan dari
tambahan massa propellan.
Jika
peluncuran spacecraft ditunda 1 bulan
Jika peluncuran suatu
spacecraft ditunda selama sebulan, tidak apa-apa. Tetapi harus selalu dicek
apakah bagian-bagian spacecraft masih fungsional. Jangan sampai ketika akan
diluncurkan, tiba-tiba ada bagian yang mengalami malfungsi. Jadi, pengawasan
terhadap fungsinya harus selalu dilakukan. Selain itu, ada lagi yang harus
diperhatikan, yaitu posisi benda-benda langit selalu berubah. Maka misi bisa
terganggu. Bisa saja spacecraft yang kita inginkan untuk sampai di mars
tiba-tiba jadi mengorbit planet lain. Maka, perhitungan ulang harus dilakukan
supaya segalanya akurat.
Jika tempat
peluncuran yang digunakan diubah
Tempat peluncuran yang
digunakan sangat berdampak pada arah dan jalur trajektori. Fator-faktor yang
mempengaruhi antara lain arah angina, kecepatan angina, kemiringan tempat,
letak terhadap ekuator ( efek gravitasi ), dan kemiringan bumi pada tempat
peluncuran baru tersebut. Tentunya, diharapkan spesifikasi tempat peluncuran
tersebut haruslah sama dengan yang sebelumnya. Namun, apabila tidak sama, perlu
dilakukan kalkulasi kembali, terutama kalkulasi untuk jalur trajektori.
Jika roket
peluncur berbeda dengan roket peluncur sebelumnya
Jika roket peluncur
diganti, maka dibutuhkan roket peluncur dengan spesifikasi yang sama atau lebih
baik. Terutama specific thrust ( untuk mencapai orbit ) dan efisiensi bahan
bakar ( yang menentukan massa propellan yang dibutuhkan ). Penggantian roket
peluncur juga akan membutuhkan kalkulasi yang sangat banyak, mulai dari aspek
dinamika terbang, ketahanan struktur, dan aerodinamika sehingga menyebabkan
misi mungkin akan tertunda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar